Kehadiran duet mobil murah ramah lingkungan (LCGC) Astra, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, membuat peta persaingan di segmen tersebut makin seru. Bila Datsun cukup terganggu dengan kehadiran Calya-Sigra, tapi ternyata ini tidak berlaku buat Honda Brio Satya.

Bulan lalu atau di September, penjualan Brio Satya mencapai 5.812 unit dan secara total di 2016 Brio Satya sudah mencapai angka penjualan 20.308 unit. Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM menyatakan, angka tersebut masih dalam kategori stabil, bahkan naik.

“Brio Satya trennya sangat baik, ini bisa dibuktikan di penjualan bulan lalu. Saya rasa Brio Satya tidak terganggu dengan hadirnya dua model baru di segmen LCGC,” jelas Jonfis Fandy di acara Honda Day, ICE BSD City, Sabtu (29/10/20160.

Jonfis melanjutkan, konsumen Brio berbeda dengan konsumen Calya-Sigra atau Datsun. Dia menilai kalau para pembeli Brio Satya beda kebutuhan dengan pembeli mobil murah model tujuh penumpang.

“Konsumen Brio Satya itu mereka yang memang mencari LCGC 5 penumpang, bukan tujuh. Kebanyakan memang pembeli pertama atau pemilik mobil bekas yang mencari mobil baru yang berkualitas,” jelas Jonfis.

Target penjualan Honda di tahun ini sebesar 180.000 unit dengan memegang pangsa pasar 19 sampai 20 persen. Sampai September lalu, Honda sudah menjual sekitar 150.000 unit. Jonfis yakin, dengan sisa 2016 ini bisa mencapai target yang ditetapkan.

 

sumber:

http://www.otomania.com/read/2016/10/29/164910430/brio.satya.tak.terusik.duet.maut.calya-sigra